The Theme
Home
Shortcodes
Tag Index
Blog
Portfolio
Video
Web Design
Illustration
Desain
Social
Dribbble
Facebook
Twitter
Google+
Contact
elzrfauzhy@gmail.com
Contact Page
RSS
Background
Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini
Kumpulan modul IPS
Pages
Beranda
Show widget
Organisasi Campuran dan Politik Asosiasi
Organisasi campuran adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari orang orang pribumi dan orang orang asing. Tujuanya ada yang untuk menuju kemerdekaan Indonesia dan ada pula yang tujuannya ingin tetap berada dalam ikatan belanda. Organisasi yang menginginkan kemerdekaan Indonesia antara lain ; IP, Indische Social Democratisce Vereeneging (ISDV) yang merupakan pendahili dari PKI. Organisasi organisasi campuran yang terbuka untuk semua golongan bersifat reformis berdasarkan Marxisme ialah : Indische Social Democratic Partij (ISDP) yang merupakan cabang partai buruh di Belanda. Organisasi yang menginginkan supaya tetap dengan belanda ialah : Netherlandsch Indische Vrijzinnige Bond ( NIVB), Cristelijke Etisce Partic (CEP), Indische Katolik Partij (IKP) dan Politiek Economie Bond (PEB).
Pada dasarnya politik assosiasi adalah usaha menyatukan barat dan timur dengan mengikat keduanya. Politik ini memang di rasa cukup ideal untuk menyatakan keduanya, tetapi apada kenyataanya hanya sekelompok elite bumi putera saja yang terangkat dan kemudian di aktifkan dalam jabatan jabatan colonial yang untuk sementara waktu mereka puas.
Read More
0 komentar
Alat – Alat Penekan Pergerakan Nasional
Yang di maksud dengan alat alat penekan pergerakan nasional adalah alat alat yang sering di gunakan oleh pemerintah colonial berupa pasal pasal dalam KUHP , Peraturan Pemerintah, dan hak hak istimewa gubernur jenderal untuk mengurangi kebebasasn bergerak organisasi pergerakan nasional karena organisasi itu di pandang menggangu jalany akestabilan jalanya pemerintahan. Dengan cara ini organisasi pergerakan dapat adi lumpuuhkan, dibubarkan, sehingga tidak membahayakan pemerintah, dalam hal ini yaitu pemerintah Belanda dan Jepang.
Read More
0 komentar
MASA FASISME JEPANG, 1942 – 1945
ORGANISASI SOSIAL POLITIK DAN MILITER
Read More
0 komentar
Pergerakan Nasional, 1940 – 1942
Sejak di gantinya Gubernur Jenderal De Jonge oleh Gubernur Jenderal Tjarda Van Starkenberg Stachoumer (1936-1942). Organisasi pergerakan nasional terus mengalami berbagai hambatan dan tekanan, meskipun pada waktu itu pergerakan nasional diwakili oleh Parindra, Gerindo, dan Gapi tetapi mereka tidak dapa berbuat banyak. Pada Mei 1940 Belanda di duduki Jerman, dalam posisi internasional posisi belanda sudah terjepit dan desakan Indonesia semakin kuat untuk di lakukan perbaikan soial dan politik. Kekuatan politik pada saat itu adalah Parinda (golongan menengah, tinggi dan cendekiawan), Geerindo (golongan menengah dan kecil serta bekas amggota PKI), anggota PNI lama menyebar dengan berbagai partai dari Parindara, sampai PSII dan Muhammadiyah. Selain itu pemerintah Belanda terus mengalami tekanan dari jepang dan akhirnya ditandatanganinya penyerahan pemerintah dari Jenderal Ter Porten kepada jenderal Immamura di Kalijat, Cirebon pada 8 Maret 1942.
Read More
0 komentar
Runtuhnya Hindia Belanda
Tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour, pusat pertahanan AS di pasifiq. Pada bulan januari 1942 terjadi pertempuran seru yang membawa kemenangan armada Jepang. Ditandatanganinya penyerahan pemerintah dari Jenderal Ter Porten kepada jenderal Immamura di Kalijati, Cirebon pada 8 Maret 1942. Sejak saat itu kekuasaan jepang resmi berada di Indonesia. Penyerahan kekuasaan tanpa sarat ini menandakan betapa lemahnya pertahanan belanda yang hanya mementingkan keuntungan ekonomi kolonialnya.
Read More
0 komentar
Runtuhnya Hindia Belanda
Tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour, pusat pertahanan AS di pasifiq. Pada bulan januari 1942 terjadi pertempuran seru yang membawa kemenangan armada Jepang. Ditandatanganinya penyerahan pemerintah dari Jenderal Ter Porten kepada jenderal Immamura di Kalijati, Cirebon pada 8 Maret 1942. Sejak saat itu kekuasaan jepang resmi berada di Indonesia. Penyerahan kekuasaan tanpa sarat ini menandakan betapa lemahnya pertahanan belanda yang hanya mementingkan keuntungan ekonomi kolonialnya.
Read More
0 komentar
Partai Politik : Legal dan Illegal
Lajunya kemenangan Jepang seperti badai menyapu tempat tempat pertahanan Hindia – Belanda. Namun kemenangan jepanag itu bukan secara fisik atas keunggulan militer dan teknologinya, tetapi di balik itu terdapat dorangan dari banngsa Indonesia sendiri yang merasa bosan terhadap Belanda. Adanya janji jepang yang mau membebaskan penjajahan di Indonesia dan memasukan Indonesia kadalam persemakmuran bersama Asia timur rayadi bawah jepang. Banyak partai politik yang bergerak di bawah tanah (illegal) ataupun yang ikut bergabung dengan pemerintah (legal) untuk mencapai Indonesia merdeka.
Read More
0 komentar
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama